Selamatkan Demokrasi Indonesia! Kebebasan HAM Harus Dihormati

0
112

Bengkulu, Radarnusa.com – Fahri Hamzah memberikan orasi kebangsaan dalam seminar nasional KAMMI Daerah Bengkulu dengan tema : 

“Masa Depan Demokrasi Indonesia” di Aula Utama Kantor Gubernur Provinsi Bengkulu, Jumat pagi 15 September 2017.

Acara pembukaan seminar dimulai dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Hymne KAMMI, pembacaan Qur’an dan sambutan Ketua KAMMI Bengkulu M. Sobri. Sambutan Pemprov Bengkulu dan pembukaan acara seminar oleh Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah dan dilanjutkan pembacaan Doa. Acara dilanjutkan Seminar dan Dialog Kebangsaan tentang Masa Depan Demokrasi Indonesia. Fahri Hamzah menjadi keynote speaker dalam acara seminar nasional ini.

Lebih seribu orang peserta hadir dalam Seminar Nasional ini. Antusiasme peserta sangat terasa. Pemuda dan mahasiswa hadir sejak pagi ingin mendengarkan orasi dan berjumpa dengan Fahri Hamzah, sang singa parlemen.

Demokrasi adalah ikhtiar mengorganisir pikiran manusia yang mempunyai banyak keinginan. Kompleksitas pikiran manusia diorganisir oleh rule of the game yakni demokrasi.
Nilai-nilai demokrasi mengatur tentang kebebasan, kehormatan, hak asasi manusia, hak minoritas dan aturan main. Maka standarnya adalah aturan hukum yang disepakati bersama.

Tidak ada istilah demokrasi yang kebablasan, bukan demokrasinya tetapi kebebasannya sebagai bagian dari konteks demokrasi. Kreativitas selalu mendahului aturan yang telah ada, karena kemajuan teknologi dan cara-cara manusia berinteraksi. Maka regulasi selalu diperbaharui.
Salah satu contoh pelanggaran demokrasi dan hak asasi manusia adalah penyadapan karena melanggar privasi sebagai hak asasi. Tugas menyadap adalah tugas prajurit Tuhan bernama malaikat yang akan dimintai pertanggung jawaban di akhirat.
Jika mengintai dan menyadap terpaksa dilakukan harua atas dasar keamanan negara seperti BIN menyadap dengan single user Presiden tidak boleh dibocorkan kepada siapapun bahkan kepada Wakil Presiden sekalipun. Penyadapan juga hanya boleh dilakukan atas ijin hakim pengadilan sebagai ‘wakil Tuhan’ di muka bumi.

Maka demokrasi tidak menemukan masa depan jika hak privat rakyat tidak dijaga. Penyadapan semena-mena membuat semua orang tidak nyaman bahkan ketakutan. Pejabat disadap, pelaku hukum polisi, hakim dan jaksa, penyelenggara demokrasi di parlemen disadap ditakuti, bahkan eksekutif dari menteri, gubernur, bupati hingga kepala desa disadap di-OTT. Dan presiden berbicara tidak mencampuri urusan hukum seolah tak peduli tanpa solusi. Kelesuan demokrasi dan ekonomi dimana-mana bahkan di Bengkulu ini sudah PLt semua karena pejabatnya kena tangkap KPK.

Bukan kebebasan rakyat yang dirampas tapi kecerdasan pemimpin negara harus ditingkatkan. Presiden harus memimpin pemberantasan korupsi. KPK adalah lembaga sampir negara yang melampaui batas cara kerja hukum. Bahkan seorang presiden pun tak tahu bagaimana proses kerja KPK hingga bawahan presiden ditangkap tanpa sepengetahuannya, setelah terjadi baru tahu. Ini ironis. Apapun yang terjadi dalam peristiwa bernegara harus sepengetahuan pemimpin negara

Fahri Hamzah telah menulis buku tentang skema pemberantasan korupsi, dan kalau menjadi pemimpin republik siap menuntaskan pemberantasan korupsi dalam satu tahun!

Mari kita perjuangkan jalan demokrasi yang telah kita pilih untuk bangsa kita. Jangan sampai dibajak dengan ketakutan dan perampasan hak asasi manusia dengan menebar teror penyadapan dan OTT ala KPK.

Negara harus ditegakkan di atas etika

Salah satu ancaman terhadap negara demokrasi kita adalah proxy war dimana pemangku hukum telah dijadikan boneka untuk menyebabkan kekacauan yang akan membawa kehancuran bagi negeri kita. Maka waspadalah karena disaat kita sedang berjuang mempertahankan demokrasi dan hak asasi kebebasan sebagai manusia, segelintir orang ingin merusak dan membawanya ke titik nadir kehidupan berbangsa.
Kita harus bangkit, menyusun kekuatan, menganyam demokrasi yang indah untuk masa depan bangsa dan generasi kita.
Bergeraklah anak muda!
Pada anak-anak zaman diwariskan negeri ini
Jayakan Indonesia!

Taufik Hamdi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here