Politicians vs Millenials; Fahri Hamzah Dapat Sambutan Hangat Gen Millenial

0
230

Jakarta – Hadir dalam acara diskusi Politisi versus Generasi Millenial, Fahri Hamzah yang sedianya dibully malah mendapat sambutan hangat dari peserta diskusi. Acara yang diselenggarakan Asumsi.co ini dikemas dalam bincang santai tapi penuh makna. Penyelenggara menginginkan ada dialog yang egaliter antara politisi dan kaum muda millenial. Harus ada upaya desakralisasi pada segala yang bernada politik termasuk para politisi dan pejabat publik.

Fahri Hamzah kali ini menjadi narasumber utama dan pusat perhatian yang harusnya dibully sebagaimana terjadi di media sosial. Namun penjelasan Fahri justru memukau hadirin sehingga tepuk tangan dan justru sikap afirmasi yang muncul.

Fahri memiliki konten yang dalam dan narasi yang cerdas pada setiap isu sensitif yang dilayangkan kepadanya. Sedangkan para penanya yang kebanyakan anak-anak muda millenial masih terjebak kepada sumber berita dan media sosial yang viral. Fahri Hamzah mampu menjawab segala masalah dan isu sensitif menjadi nampak renyah dan mudah dicerna. Seperti tentang KPK, kasus E-KTP yang melibatkan koleganya di DPR Setya Novanto, kasus impor sapi yang melibatkan mantan Presiden PKS, masalah ekonomi kemaritiman, kesejahteraan rakyat, kepemimpinan nasional, dan lainnya.

Fahri Hamzah bahkan memberikan informasi dan sudut pandang tidak hanya sebagai politisi tetapi sebagai intelektual. Hasilnya, anak-anak muda peserta diskusi merasa mendapat kuliah gratis dan menyerap banyak ilmu dan informasi hangat yang jarang didapatkan melalui media sosial.

Selain Fahri Hamzah, hadir pula anggota DPR lainnya yaitu Hanafi Rais dari Fraksi PAN dan Dave Laksono dari Fraksi Golkar. Hanafi Rais menjelaskan tentang kerumitan menjadi politisi yang tidak terlihat umumnya publik. Hanafi mengajak anak-anak muda now agar terlibat politik karena ruang sangat terbuka. Dave Laksono juga menerangkan tentang keterbukaan yang ada di DPR. Hampir semua sidang di DPR ditayangkan secara langsung ke publik melalui rekaman dan TV parlemen yang mana hal itu belum dilakukan oleh lembaga lain. Karenanya, tidak fair jika DPR selalu menjadi sasaran tembak dari publik.

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengajak kepada kaum millenial agar mendalami informasi secara valid dan melakukan riset sederhana sebelum membuat asumsi dan penilaian. Jangan sampai terjebak dalam citra yang dibangun suatu kelompok atau lembaga seperti yang dilakukan KPK selama ini.

Anak muda harus kritis dan selalu melakukan investigasi agar tidak menjadi sasaran jurnalisme sesat dan pencitraan yang dangkal. Dan masuklah ke politik agar dunia politik diisi oleh manusia-manusia berkualitas. Tapi jangan mudah baper harus siap mental. Pertarungan pada gagasan dan perbaikan bangsa. Jangan dibuat personal.

“Hari ini saya mengkritik Jokowi karena beliau presiden dan saya wakil rakyat yang bertugas untuk berbicara mengkritisi kinerja pemerintah. Tetapi nanti Jokowi tidak berkuasa lagi saya akan mengajak rakyat menghormati dan mengenang jasa beliau” pungkas Fahri Hamzah yang disambut tepuk tangan anak-anak muda millenial.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here