Pesan Para Pahlawan di Upacara Hari Pahlawan Kota Surabaya

0
223

Surabaya – Selain mendengarkan lagu keroncong yang digubah dengan sangat indah dan dinyanyikan dengan suara yang asyik seperti lagu “Selendang Sutera”, ada beberapa pesan para pahlawan yang diperdengarkan dalam upacara di Surabaya tadi.

Pesan pertama, pesan dari Nyi Ageng Serang. Katanya; “Orang yang mendekatkan diri kepada Tuhan tidak akan terperosok hidupnya, dan tidak akan takut menghadapi cobaan hidup, karena Tuhan akan selalu menuntun dan melimpahkan anugerah yang tidak ternilai harganya”.

Pesan ini disampaikan ketika Nyi Ageng mendengarkan keluhan pengikutnya perihal masalah dan cobaan hidup yang menimpa.

Pesan kedua, disampaikan oleh Jenderal Soedirman pada jam-jam terakhir sebelum jatuhnya Yogyakarta. Kondisi Panglima Besar pada saat itu sesungguhnya dalam keadaan sakit. Tapi, ketika menjawab peryataan Presiden yang menasehatinya agar supaya tetap tinggal di kota untuk dirawat sakitnya, beliau berkata;

“Tempat saya yang terbaik adalah ditengah-tengah anak buah saya, Saya akan meneruskan perjuangan ini. Met of zonder Pemerintah, bahwa TNI akan berjuang terus untuk negeri ini”.

Pesan ketiga, disampaikan oleh DR. R. Soeharso. Dokter ahli bedah asal Jawa Tengah itu berpesan tentang cinta tanah air dan kebanggaan sebagai bangsa; “right or wrong my country, lebih-lebih kalau kita tahu, negara kita dalam keadaan bobrok, maka justru saat itu lah kita wajib memperbaikinya”.

Pesan pahlawan yang dibacakan selanjutnya, adalah pesan dari pemikir utama bangsa ini, Muhammad Yamin. Tokoh pahlawan dua jaman ini pernah mengatakan di Kongres Pemuda II di Jakarta pada Oktober 1928, yang dihadiri berbagai perkumpulan pemuda (Jong) dan akhirnya melahirkan Putusan Kongres Pemuda Indonesia atau yang kita kenal dengan nama Sumpah Pemuda;

“Cita-cita persatuan Indonesia itu bukan omong kosong, tetapi memang benar-benar didukung oleh kekuatan- kekuatan yang timbul pada akar sejarah bangsa Indonesia sendiri”.

Pesan kelima, berasal dari seorang tentara pahlawan perintis kemerdekaan yang memimpin pemberontakan tentara Pembela Tanah Air (PETA) di Blitar, pada 14 Februari 1945. Dalam sebuah pertemuan rahasia dengan seluruh pimpinan pemberontakan yang hadir, Supriyadi memberikan pesan yang masih relevan hingga kini;

“Kita yang berjuang (melawan Jepang ini) jangan sekali-kali mengharapkan pangkat, kedudukan ataupun gaji yang tinggi”.

Pesan keenam, disampaikan oleh Teuku Nyak Arief, seorang politisi asal Aceh yang pernah menjadi Wakil Ketua DPR Seluruh Sumatra dan Residen (Gubernur) Aceh. Dalam sebuah momen kunjungan ke daerah sebelum kemerdekaan Republik ini, Teuku Nyak Arief yang seorang orator ulung ini menyampaikan pesan kepada rakyat;

“Indonesia (yang) merdeka harus menjadi tujuan hidup kita bersama”.

Pesan ketujuh yang dibacakan oleh petugas upacara di Surabaya tadi, berasal dari pesan pahlawan yang juga seorang sastrawan cum aktivis Syarikat Islam, Abdul Moeis. Nun ketika berada dalam sebuah perjalan ke Sulawesi, Abdul Moeis menyampaikan sebuah kalimat penuh tuah kepada para pemuda tentang pengalaman berkompetisi di luar negeri;

“Jika orang lain bisa (berkompetisi dan bersaing di luar negeri), saya pun juga bisa. Mengapa pemuda-pemuda kita tidak bisa, jika memang mau berjuang”.

Dan pesan terakhir yang dibacakan, dari seorang ksatria pilih tanding asal Kertasura Surakarta, yang bernama Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara I, dan oleh Belanda dijuluki Pangeran Sambernyowo. Beliau hidup di awal abad delapan belas dan menjadi pejuang yang sangat tangguh yang berhasil mempertahankan wilayahnya dari penjajahan VOC.

Dalam sebuah riwayat, beliau pernah menyampaikan tiga kewajiban moral kita sebagai rakyat atas keberadaan sebuah negara dan wilayah. Dikenal dengan tiga kewajiban atau tiga tugas utama;

“Rumangso melu handerbeni (merasa ikut memiliki), melu hangrungkebi (wajib ikut mempertahankan), mulat sario hangroso wani (mawas diri dan berani bertanggung jawab)”.

Itulah pesan-pesan yang tadi dibaca dalam rangkaian Upacara di Tugu Pahlawan. Semoga kita bisa melaksanakan petuah dari para pahlawan bangsa kita. Selamat Hari Pahlawan

Allahu Akbar !
Merdeka !

Surabaya, 10 November 2017

#haripahlawan

#pawaikebangsaan

#merdekabro

 

Bambang Prayitno

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here