Perang Indonesia Melawan Kemiskinan (1)

0
103
ilustrasi kemiskinan (Foto:thewire)

Oleh: dr. Gamal Albinsaid*

Anyone who has a burning spirit fighting poverty knows exactly how hard, expensive, and suffering lives in poverty. Siapapun yang punya semangat membara memerangi kemiskinan tahu persis bertapa berat, mahal, dan menderitanya hidup dalam kemiskinan. Ya, kemiskinan adalah sesuatu yang begitu berat dan mahal. Untuk kau yang tak pernah merasakannya, tanyakan pada mereka yang hidup dan bertahan dalam kemiskinan.

Apa itu kemiskinan? Menurut UNESCO, “Kemiskinan adalah ketika pendapatan keluarga gagal memenuhi ambang batas yang ditetapkan pemerintah yang berbeda di seluruh negara“. Selama 1 dekade terakhir, pemerintah kita boleh berbangga telah mampu menurunkan angka kemiskinan secara bertahap mulai tahun 2007 dengan kemiskinan sekitar 37 juta penduduk Indonesia atau sekitar 16,6% dari total penduduk menjadi 28 juta penduduk Indonesia atau sekitar 10,9% dari total penduduk pada tahun 2016. Dengan kata lain, hampir 10 juta orang telah berhasil meninggalkan garis kemiskinan di Indonesia. Namun, banyak lembaga menyatakan bahwa Indonesia menerapkan standar yang terlalu rendah untuk garis kemiskinan, sehingga laporan yang ada jauh lebih baik dari kenyataan yang sebenarnya terjadi di lapangan.

Hal ini mengakibatkan kita memiliki angka masyarakat hampir miskin yang sangat tinggi dan mereka beresiko jatuh ke dalam kemiskinan ketika kondisi ekonomi negara menurun. Bank Dunia menyatakan bahwa hampir 40% dari seluruh populasi di Indonesia rentan jatuh ke dalam kemiskinan, hal ini dikarenakan pendapatan mereka sedikit diatas garis kemiskinan. Artinya 1 dari 10 orang Indonesia miskin dan 4 dari 10 orang Indonesia hampir miskin.

Gambar 5.1 Statistik ketidakadilan dan kemiskinan di Indonesia (Maret 2016)

Pada tahun 2016, pemerintah Indonesia menetapkan garis kemiskinan pada pendapatan per kapita bulanan sebesar Rp 354.386 (sekitar USD $25,96) atau 11.812 per hari. Bisa dibayangkan, jika masyarakat kita berpenghasilan Rp 12.000 maka sudah tidak termasuk masyarakat miskin. Kebutuhan apa saja yang bisa masyarakat kita penuhi dengan pendapatan tersebut? Bila dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia, angka ini terbilang rendah. Sebagai gambaran, Bank Dunia menetapkan US $ 1,25 per hari sebagai garis kemiskinan. Olah karena itu, saya berpendapat bahwa saat ini banyak masyarakat miskin di Indonesia yang tidak diakui miskin jika kita menggunakan standar yang sangat rendah ini. Dan ini tidak manusiawi, karena ketika pemerintah menentukan masyarakat masuk dalam kategori miskin, pemerintah bertanggung jawab secara konstitusional pada pemenuhan kebutuhan hidup dasar.

Gambar 5.2 Provinsi di Indonesia dengan Kemiskinan Relatif Tertinggi (Maret 2016)

Bersambung…

*(CEO Indonesia Medika)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here