Pemimpin Muda, Bicaralah..

0
217

Dalam sebuah pidatonya yang cukup fenomenal, dan direkam oleh tinta sejarah perjuangan bangsa Indonesia, Bung Karno, sang Tokoh Proklamator RI pernah mengatakan, “ Bawakan saya sepuluh orang pemuda, niscaya saya akan mampu menggoncangkan dunia “.

Munculnya harapan terkait kaum muda, untuk memegang tongkat kepemimpinan, tidak terlepas dari adanya isu pembahuruan. Sepertinya, masyarakat sudah jenuh dengan figure lama (status quo). Mereka merasa pergantian pemimpin dari tahun ke tahun, sudah jumud dan membosankan, mereka butuh penyegaran. Kejenuhan ini memutar orentasi kepercayaan mereka, untuk mencoba mencari pemimpin alternative.

Disaat yang tepat munculah kaum muda yang enerjik, yang akhirnya menjadi tempat berlabuh harapan dan mimpi besar akan perubahan. Pemimpin muda yang enerjik tidak akan pernah muncul, tanpa adanya ruang dan kesempatan diberikan kepada kaum muda.

Banyak wacana yang mempertanyakan kepemimpinan generasi muda, terkait kemampuan mereka. Argumentasi yang sering dipakai adala, kalau figur lama saja belum mampu menyelesaikan masalah yang pelik, apalagi mereka yang masih miskin pengalaman empiris.

Namun demikian tidaklah arif, sekiranya wacana itu justru berputar lebih kencang, dari pada pemberian kesempatan, dan dukungan pada generasi muda, untuk membangun dan memimpin.

Pemberian kesempatan adalah solusi yang tepat, dan patut dilakukan sebagai upaya bersama membangun motivasi kaum muda, untuk berkarya dari pada debat kusir masalah kemampuan, yang tak lebih justru malah menjatuhkan mental dan menteror generasi muda secara psikologis.

Kesadaran akan perlunya bangsa ini mulai percaya, dan memberikan kesempatan kaum muda, untuk memimpin harus mulai dibangun. Pemuda harus diberikan kesempatan, dalam merealisasikan idealismenya terhadap perbaikan lingkungan strategis yang melingkupinya.

Disinilah peran nyata kaum muda sebagai agen perubahan social. Selama yang ini terjadi adalah, munculnya pesimisme pada tataran elit lama, akan kemampuan kepemimipinan kaum muda.

Jadi, persoalanya bukan pada masalah kemampuan, dan keunggulan dari tokoh muda untuk memimpin. Namun, lebih dari pada tidak diberikannya pilihan yang luas kepada public secara konsisten, untuk memilih kaum muda sebagai pemimpin.

Sumardi dalam kegiatan sosial

By. Sumardi
KA KAMMI NTT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here