Pawai Kebangsaan “Bunga Cinta Untuk Pahlawan Nasional NTB”

0
261

Mataram, NTB – Pada peringatan Hari Pahlawan Nasional 10 Nopember lalu, Presiden Joko Widodo menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional Kepada 4 orang tokoh bangsa, salah satunya adalah Maulana Syeh TGKH. Zainuddin Abdul Madjid, pendiri Nahdlatul Wathan (NW) di NTB.

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah yang putra NTB turut berbangga dan berbahagia dengan penganugrahan gelar pahlawan nasional tersebut. Bagi masyarakat NTB, penganugerahan gelar pahlawan kepada Maulana Syeh ini menjadi sangat istimewa, tidak hanya karena Maulana Syeh merupakan penerima gelar Pahlawan Nasional pertama dari NTB, tapi juga karena penganugerahan ini menjadi bukti bahwa negara kini tidak lagi memandang kepahlawanan sebagai reward atas peran seseorang dalam “perang” membela tanah air semata.

Lebih dari itu, kepahlawanan juga merupakan bentuk penghargaan atas jasa seseorang dalam memerdekakan masyarakat dari kebodohan dan kemiskinan.

Dalam riwayat hidupnya, Maulana Syeh mungkin tidak pernah angkat senjata dan berperang melawan belanda, tapi yang beliau lakukan jauh lebih besar dari itu, yaitu memerdekakan jiwa-jiwa kerdil yang terjajah di pelosok negeri dengan menerangi hati dan pikiran mereka dengan ilmu dan visi hidup merdeka. Maulana Syeh, melalui NW-nya masuk ke setiap pelosok, mengajak masyarakat untuk menuntut ilmu, merangsang mereka untuk berfikir dan bertindak merdeka, untuk tidak takut dan takluk kepada penjajah, untuk menegakkan kepala dan tidak minder menghadapi kedigdayaan dan kepongahan penjajah.

Pada akhirnya, gerakan pencerdasan yang agresif oleh Maulana Syeh mendorong masyarakat Indonesia, khususnya di NTB untuk memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia dan memiliki arti penting dalam mengintegrasikan masyarakat NTB kedalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Nahdlatul Wathan (NW) yang secara harfiah bermakna “Kebangkitan tanah air” sejak awal ditujukan untuk memperjuangkan kemerdekaan tanah air Indonesia oleh Maulana Syeh. Beliau sangat memahami bahwa kemerdekaan tak akan mungkin didapat jika manusia-manusia Indonesia itu berjiwa kerdil dan tak berilmu, karena itulah, langkah pertama yang beliau ambil untuk mewujudkan kemerdekaan itu adalah dengan mendirikan lembaga pendidikan di setiap pelosok tanah air guna menghilangkan mental dan jiwa terjajah serta untuk menciptakan masyarakat yang cerdas dan berfikir merdeka.

Sulit membayangkan bagaimana keadaan masyarakat NTB saat ini tanpa jasa-jasa besar Maulana Syeh di masa lalu. Menyadari hal itu, KAKAMMI NTB dan pemuda NTB penyelenggara Pawai Kebangsaan menggelar Pawai Kebangsaan dalam rangka syukuran akbar pemuda NTB atas penganugerahan gelar pahlawan nasional kepada Maulana Syeh tersebut. Ini adalah upaya kita untuk mewarisi semangat kepahlawanan Maulana Syeh kepada generasi muda NTB saat ini. Acara yang akan berlangsung di Hall Masjid Hubbul Wathan Islamic Center NTB ini akan dihadiri oleh Gubernur NTB yang juga cucu sang Maulana Syeh, TGB. Dr. KH. M. Zainul Majdi, M.A. dan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah, SE.

Penyelenggara Pawai Kebangsaan mengajak seluruh pemuda untuk mengikuti syukuran akbar tersebut pada hari Senin, 20 November 2017 jam 19.00 WITA.

(Muhammad Nurjihadi – Sekjen KAKAMMI NTB)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here