Menlu Jangan Mudah Puas Dengan Keterangan Dubes AS

0
332

Jakarta – Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah bereaksi keras atas ditolaknya Panglima TNI Gatot Nurmantyo masuk ke AS. Fahri meminta Kementerian Luar Negeri RI melayangkan protes dan tidak mudah menerima penjelasan dari Kedubes AS. Gatot diundang ke AS sebagai Panglima TNI, dan ini sangat mengganggu hubungan kedua negara.

“Keterangan kedutaan besar Amerika di Jakarta terkait penolakan kepada Panglima TNI tidak boleh dianggap ringan. kementerian luar negeri kita tidak boleh mudah puas atas keterangan pemerintah Amerika Serikat yang telah melakukan tindakan yang mengganggu sekali hubungan dua negara”, hal itu disampaikan oleh wakil ketua dpr Fahri Hamzah melalui pesan singkatnya kepada media.

Menurut politisi asal NTB itu, menteri luar negeri harus melakukan investigasi lebih jauh. Sebab tidak mungkin kesalahmya yang dilakukan ini teknis dan administratif semata. “Kita patut mencurigai bahwa di belakang keputusan ngawur itu meski telah dikoreksi ada maksud lain yang lebih besar”, tambah Fahri.

Anggota Fraksi PKS ini juga menganggap tidak cukup jika kedutaan Amerika di Jakarta yang memberikan keterangan tetapi harus pihak yang mengundang atau kementerian luar negeri Amerika Serikat yang Harus bertanggungjawab atas Kejadian ini.

“Bangsa Indonesia adalah bangsa besar dan berdaulat tidak boleh menerima begitu saja perlakuan yang tidak punya etika kepada pejabat indoensia. Sikap itu harus mereka ketahui bahwa kita tidak mudah menerima”, tulis politisi yang dikenal lantang ini.

“Washington” Melakukan Kesalahan Serius!

Sementara anggota DPR FPKS Mahfud Shidiq menilai pihak Washington telah melakukan kesalahan diplomatik yang serius. Yaitu ketika red-notice dikeluarkan kepada Panglima TNI yang secara khusus diundang resmi pihak Panglima Militer AS. Ini adalah tindakan mempermalukan pihak Indonesia yang sulit dicari pembenarannya. Sebelumnya pihak AS menerapkan larangan masuk ke AS kepada Jendral (Purn) Wiranto dan juga kepada Mayjen (Purn) Prabowo Subianto.

Mahfud Shidiq yang juga mantan ketua komisi I yang membidangi pertahanan menjelaskan bahwa tindakan Washington ini hanya akan merugikan kepentingan AS di Indonesia dan juga kawasan. Padahal dinamika politik dan keamanan di kawasan Asia Tenggara dan Asia Timur, telah menuntut AS untuk memperkuat hubungan bilateralnya dengan negara-2 di kawasan ini. Kali ini pihak AS telah melakukan sebuah kesalahan serius.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here