Masyarakat Indonesia Kecam AS Yang Permalukan Panglima TNI

0
233

Jakarta – Kelompok masyarakat sipil dari Garuda Nusantara (GN) Center bereaksi dan mendesak agar pemerintah Amerika Serikat (AS) segera meminta maaf secara resmi dan terbuka terhadap insiden penolakan kedatangan Panglima TNI Gatot Nurmantyo ke negara tersebut.

Permintaan maaf itu bukan kepada Gatot, melainkan kepada pemerintah Indonesia, karena Gatot diundang sebagai Panglima TNI, kepergian Gatot ke AS berdasarkan atas undangan Kastab Gabungan/Pangab AS,” kata Andrianto inisiator GN Center, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Senin (23/10).

Andrianto menilai jika insiden yang dialami jenderal Gatot justru mendapat simpati publik baik dalam maupun luar negeri, lantaran hal itu tidak terlepas dari sikap Panglima TNI yang selama ini diperlihatkan sebagai sosok yang dekat dengan rakyat.

“Apapun itu, peristiwa itu menjadi cukup menarik perhatian publik bukan saja dalam tetapi juga luar negeri mengingat Gatot tokoh yang personalnya sedang dapat rating tinggi karena sikapnya yang nasionalistik,” ujarnya.

Inisiator GN Center, Andrianto

Andrianto mengingatkan rakyat Indonesia atas apa yang pernah disampaikan Presiden RI pertama Bung Karno, bahwa ‘Jika engkau mencari pemimpin, maka carilah yang dibenci, ditakuti atau dicacimaki asing, karena itu yang benar. Pemimpin tersebut akan membelamu diatas kepentingan asing itu, dan janganlah kamu memilih pemimpin yang dipuji-puji asing karena itu akan memperdayaimu’.

 

Red

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here