Kementan Digoyang ‘Patgulipat’ Lelang Pejabat

0
181

Oleh. Hari Wahyudi
Masyarakat Peduli Reformasi Birokrasi

Mekanisme pengisian jabatan di Kementerian/ Lembaga melalui proses seleksi terbuka merupakan terobosan untuk mewujudkan reformasi birokrasi. Langkah tersebut adalah bukti komitmen Pemerintahan Jokowi-JK untuk menghadirkan birokrasi yang professional, menutup celah nepotisme, kolusi, korupsi dan memastikan manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) digerakkan berdasarkan prinsip merit sistem bukan keberpihakan pimpinan atas dasar suka atau tidak suka.

Sehingga melalui proses seleksi terbuka yang transparan, adil dan bisa dipertanggungjawabkan itulah maka diharapkan lahir pejabat-pejabat yang memiliki kualifikasi dan intergritas yang tinggi, yang mampu melaksanakan amanat Nawacita dengan baik. Salah satu amanat itu dipercayakan kepada Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.

Capaian Kementan selama tiga tahun dibawah pimpinan Menteri Amran Sulaiman cukup memberikan hasil yang signifikan. Tahun 2017 ini, Kementan banjir pujian dari berbagai kalangan terlebih keberhasilannya mengendalikan harga pangan ketika lebaran dengan stok pangan yang memadai. Produksi pangan strategis juga ada peningkatan. Produksi jagung naik 4,2 juta ton atau 21,9% setara dengan Rp 13,2 triliun. Produksi Gabah Kering Giling (GKG) pada tahun 2015 menembus 75,55 juta ton, meningkat 4,66% dibandingkan 2014, yaitu 70,85 juta ton dan di tahun 2016 sebesar 79,1 juta ton.

Kerja keras dan prestasi Menteri Amran Sulaiman tersebut adalah bukti realisasi amanat Nawacita dalam sektor pangan. Namun, di tengah gemilang prestasi tersebut, wajah Kementan terancam tercoreng oleh prilaku lancung oknum ASN Panitia Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama.

Seperti dilansir dari laman Jawapos.com, Jumat, 24 November 2017, ada keganjilan dalam proses seleksi terbuka jabatan di Direktorat Jenderal (Dirjen) Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) . Sugiono adalah salah satu dari delapan ASN yang dilantik pada hari Jumat, 24 November 2017, jabatan barunya adalah Pj. Direktur Pembibitan dan Produksi Ternak Dirjen PKH berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian tanggal 23 November 2017 nomor 760/Kpts/kp.230/11/2017 tentang pemindahan dan pengangkatan dalam jabatan pimpinan tinggi pratama dalam lingkup Kementerian Pertanian.

Beberapa keganjilan itu dengan kasat mata dapat diketahui diantaranya adalah berdasarkan pengumuman nomor 3463/kp.290/A/09/2017 tanggal 8 September 2017 tentang seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi pratama Kementerian Pertanian Tahun 2017, pada persyaratan umum point 4 berbunyi bahwa usia peserta setinggi tingginya 56 (lima puluh enam) Tahun pada tanggal 1 Desember 2017, sementara Sugiono diketahui telah melewati umur 56 tahun berdasarkan dari Nomor Iinduk Pegawai, 19611013 198303 1003 (lahir 13 oktober 1961/56 tahun 2 bulan).

Selanjutnya, berdasarkan pengumuman panitia seleksi terbuka nomor 4069/KP.290/A/10/2017 tentang Peserta Yang Lulus Seleksi Administrasi dan Tahap Pertama Jabatan Pimpinan Pratama Lingkup Kementerian Pertanian, tidak tercantum Nama Ir Sugiono, MP sebagai peserta yang lolos seleksi Administrasi.

Namun kemudian berdasarkan pengumuman panitia seleksi terbuka nomor 4340/KP.290/A/10/2017 tanggal 26 Oktober 2017 tentang Peserta Yang Lulus Seleksi Penilaian Kompetensi dan tahap Kedua Jabatan Pimpinan Pratama Lingkup Kementerian Pertanian, tercantum Nama Ir Sugiono, MP sebagai peserta yang lolos seleksi Penilaian Kompetensi Untuk mengikuti seleksi tahap ketiga (Presentase dan wawancara dengan Pansel).

Kejadian ini sungguh aneh dan diduga sangat kental nuansa kepentingan pribadi dari oknum ASN tertentu. Oleh karenanya perlu diungkap sejelas-jelasnya siapa sebetulnya aktor intelektual yang mengatur dan melabrak peraturan dan prinsip-prinsip good governance. Jika ini dibiarkan dan tidak ada kesadaran kolektif untuk memperbaiki dan menegakkan peraturan maka secara tidak langsung hal ini sama saja dengan meludahi wajah Menteri amran Sulaiman.

Rentetan prestasi dan capaian positif yang telah ditorehkan Menteri Amran Sulaiman seketika menguap tak berbekas karena ulah oknum ASN yang berwatak culas dan hipokrit maka tidak ada cara lain, untuk mengembalikan marwah Kementerian Pertanian dan wibawa Menteri Amran Sulaiman selain membongkar kasus ini dan menghukum seberat-beratnya siapa saja yang terlibat didalamnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here