Kemenangan Kurz dan Prospek Presiden Muda Indonesia

0
397

Oleh: Bambang Prayitno

Publik Eropa dikejutkan oleh kemenangan Sabastian Kurz di Austria. Tokoh muda yang juga Menteri Luar Negeri Austria ini dinyatakan menang dalam pencalonannya sebagai pemimpin Austria setelah kemenangan Partai Rakyat Austria diumumkan secara resmi oleh Menteri Dalam Negeri. Sontak, kemenangan Partai Rakyat Austria dan Sabastian Kurz menjadi buah bibir di media.

Tema pembicaraan di media Eropa tentang Kurz, terutama usianya yang baru 31 tahun. Dan ini menandai sejarah baru di Eropa, dimana Kurz menjadi pemimpin muda Eropa dalam sejarah. Walaupun Austria hanya negara kecil (dengan jumlah penduduk sekitar 8,7 juta jiwa menurut data PBB pada tahun 2016), tapi kemenangannya patut disimak dan dijadikan pelajaran, terutama bagi Indonesia yang sebentar lagi akan mengadakan kontestasi elektoral pada 2019.

Beberapa fakta dan faktor kemenangan Partai Rakyat Austria dan Kurz, antara lain; pertama, Partai Rakyat Austria adalah partai besar yang sangat berpengaruh di negara tersebut. Didukung oleh pebisnis kecil dan menengah serta petani di seluruh Austria, Partai Rakyat Austria dikenal sebagai partai konservatif yang banyak memajukan isu-isu nasional terutama dalam liberalisasi ekonomi dan menyelesaikan masalah kesejahteraan (welfare reform). Partai ini juga menjadi penyokong kuat keberlangsungan integrasi seluruh negara-negara Eropa.

Kedua, Partai Rakyat Austria tercatat beberapa kali memenangkan pemilu di Austria. Sejak didirikan pada tahun 1945, Partai Rakyat Austria memang menjadi satu dari dua partai besar di Austria. Pada 2007, Partai Rakyat Austria yang konservatif dan didukung oleh mayoritas penganut Katholik yang besar di Austria ini berkoalisi di pemerintahan federal dengan Partai Sosial Demokratik Austria, partai berhaluan kiri tengah. Kurz sendiri menjadi tokoh Partai Rakyat Austria yang populer di internal partainya.

Ketiga, dalam beberapa tahun terakhir, seperti juga negara Eropa yang lain, Austria sedang menghadapi berbagai macam isu terkait kekerasan sosial, ekstrimisme, fundamentalisme dan kekhawatiran yang meluas, sebagai ekses dari masuknya imigran asal negara-negara konflik di Timur Tengah. Berbagai program pemerintah berfokus salah satunya pada penanganan imigran dari negara konflik dan perang. Total pengungsi di Eropa asal Timur Tengah sendiri lebih dari 5 juta jiwa.

Keempat, Partai Rakyat Austria menjawab kegelisahan rakyat dengan mengkampanyekan pentingnya keamanan dalam negeri Austria, proteksionisme dengan berbagai program pendekatan pada seluruh pemimpin agama, termasuk pemimpin agama minoritas (Islam), dan juga aware atas masuknya imigran asal Suriah yang begitu massif. Sejak empat tahun lalu, semenjak Kurz menjadi Sekretaris Kementerian Bidang Integrasi Masyarakat, Kurz dikenal sebagai pejabat pemerintah yang banyak berdialog dan akrab dengan pemimpin Islam Austria. Ia juga mampu merealisasikan program terkait integrasi pencari suaka dengan warga asli Austria, terutama dalam pendidikan, pembauran kehidupan sosial dan sebagainya.

Kelima, Kurz sendiri dikenal sebagai pemimpin Partai Rakyat Austria yang brilian dan juga Menteri Luar Negeri yang mampu menampilkan wajah Austria ditengah solidaritas negara-negara Eropa, terutama terkait isu perpecahan dan krisis akibat keluarnya Inggris. Austria juga mendukung langkah Uni Eropa yang telah bersepakat untuk meningkatkan upaya memperkuat pertahanan eksternal mereka, mengintegrasikan pertahanan Eropa, melawan terorisme dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Keenam, Kurz adalah seorang inovator dalam sejarah pemilu, dimana partainya mampu memenangi pemilu dan berhasil menggaet mayoritas pemilih muda dan pemula Austria dengan berbagai pendekatan yang kekinian. Janji kampanye dan pola pendekatan Kurz menjadikan partainya meraih suara luar biasa dan memaksa partai terbesar untuk berkoalisi dengan Partai Rakyat Austria. Kurz adalah seorang pekerja lapangan dalam proses kampanye politik. Ia sering nampak turun ditengah masyarakat dan berdialog langsung dengan anak-anak muda sebaya tentang masa depan negerinya.

Lalu bagaimana dengan Indonesia ?. Apakah, setelah Trudeau (Kanada, 43), Macron (Perancis, 39) dan sekarang Kurz (Austria, 31), memenangi perhelatan kontestasi politik, bisakah kita berharap Indonesia akan memiliki Presiden muda pada tahun 2019 nanti ?.

Berharap tentu boleh saja. Sejauh ini kita memiliki beberapa pemimpin muda yang prospektif untuk menjadi Presiden RI di 2019. Ada nama Fahri Hamzah (Wakil Ketua DPR RI dari PKS), Agus Yudhoyono (Demokrat), Ridwan Kamil (Walikota Bandung), Muhaimin Iskandar (PKB), Puan Maharani (PDIP), Anis Baswedan (Gubernur Jakarta), dan sebagainya. Tapi tentu saja, muda saja tidak cukup. Belajar dari Trudeau, Macron dan Kurz, setidaknya, calon presiden muda kita harus memenuhi beberapa hal.

Pertama, mampu membangun koalisi besar diantara tokoh bangsa dan partai politik. Narasi yang ditawarkan kepada partai dan tokoh-tokoh bangsa bisa menjadi proposal dan mimpi bersama. Kedua, calon presiden muda harus mengerti benar tentang peta politik kawasan, mengintegrasikan dengan masalah yang dihadapi oleh bangsa sendiri, lalu mampu menuliskan jawabannya. Ketiga, calon presiden muda kita harus mampu menjawab seluruh keluhan dan rasa cemas masyarakat, terutama kekecewaan yang semakin memuncak atas masalah ekonomi yang sedang terjadi.

Keempat, calon presiden muda kita harus mampu mendekatkan pikirannya, gagasannya dan dirinya sendiri dengan pemilih muda. Karena faktanya, penguasa media sosial sebagai driver utama opini masih dikuasai mayoritas oleh anak-anak muda. Kegelisahan anak muda tentang masa depan hidupnya adalah gejala umum dari sebuah bangsa yang sedang bergerak. Kelima, presiden muda yang menjadi harapan kita semua, bisa menjadi antitesa dari kegamangan dan ketidakjelasan langkah pemerintahan sekarang.

Kalau seluruh spirit perubahan rakyat bisa dikonsolidasikan, maka mimpi kita akan hadirnya Presiden muda yang lebih visioner dan lebih berpihak kepada rakyat tentu akan terwujud.

Bambang Prayitno adalah pimpinan nasional KAKAMMI dan penulis produktif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here