KAPAN UMMAT BERTEMU ‘JODOHNYA’ ? (CATATAN PANGGUNG REUNI AKBAR 212)

0
126

Oleh: Abu Risywan*

Sejak Fahri Hamzah dan Fadli Zon naik dari sisi kiri panggung, massa tampak gelisah. Mereka ingat setahun lebih yang lalu, 4/11/16, Fahri Hamzah ‘mengajari’ gelombang demonstran yang mulai merangsek istana, cara ‘kudeta konstitusional’. Diatas mobil komando, Fahri Hamzah juga mengetuk ingatan publik tentang perang kemerdekaan yang diperjuangkan para pahlawan.

Jika pemimpin negeri terus ‘budek’ dan melindungi cagub ibukota penista agama, massa akan terus menggulirkan perlawanan. Sebuah suntikan ‘revolusioner’ sekali lagi, diam-diam massa harapkan di reuni akbar, 2 Desember lalu.

Dari atas panggung, MC meminta bergantian para pemimpin ormas, tokoh agama, pemimpin partai politik, juga pejabat publik untuk berorasi, bertausiyah demi menggelorakan militansi. Makin siang massa makin padat, panggung makin penuh. Untungnya, cuaca sangat teduh. Gelombang demi gelombang penyemangat di panggung dipekik takbir bersahutan. Bendera berkibaran.

Massa berteriak: mana Fahri Hamzah !!. Orasi Fahri Hamzah !!. Dari arah panggung suara-suara itu jelas terdengar.

Akhirnya Fahri Hamzah mengambil giliran. Ia mengawali dengan nostalgi. Sebagai demonstran yang larut dengan massa dan jadi orator aksi 4-11 tahun lalu, massa berharap orasi yang sama keras. Bahkan lebih. Tapi Fahri Hamzah mengatakan, tahun lalu ia hendak ditangkap karena dianggap menghasut, maka kali ini orasi akan bernada sebaliknya.

Tema Islam moderat dan umat pertengahan disampaikan. Umat pertengahan ini yang menjaga negara ketika kemerdekaan, maka hari ini pun demikian. Dengan teriakan menantang, Fahri lalu meminta Jokowi berada di tengah umat Islam yang hadir di Monas. Pemimpin tak boleh memperlebar jarak terus menerus dengan umat karena merekalah yang akan membela negara jika terjadi apa-apa, sampai titik darah penghabisan. Kalimat demi kalimat makin kencang dan disambut massa bak gelombang. Ternyata orasi kali ini tak kalah membakarnya.

Usai acara dan pentas orasi sudah rapih, tapi rekaman orasi Fahri Hamzah beredar dengan deras dari tangan ke tangan. Dari gawai ke gawai. Disuka dan dibagikan. Videonya, yang utuh dan sepenggalan, ditonton orang ramai-ramai di kampus, warung dan kelompok pengajian.

Bagian akhir video orasi Fahri Hamzah menempeleng dan menyisakan pertanyaan terbuka pada ummat Islam, kapan umat Islam bertemu jodohnya?. Ummatnya telah tersedia, kapan bertemu pemimpin sejatinya? Kapan ummat Islam ini menemukan sosok yang pandai mengelola negara dan faham syariat agamanya?.

Figur mana yang bisa mengintegrasikan Islam, Demokrasi dan Kesejahteraan? Kapan?. Apakah 2019, setelah dua puluh tahun reformasi menemukan siklus kebangkitannya kembali?.

*Aktivis yang bertugas menjadi PAM Aksi Reuni Akbar 212 (Bertugas di panggung utama)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here