Inilah Jalanku

0
85

Rembulan menemaniku lebih dari setengah purnama, paras bumi seperti bercahaya.

Aku melihat samudra yang tenang tanpa gelombang menelan segala getir dunia nelayan pinggiran desa.

Kabut telah luruh, awan telah menyingkir, Jalan ke sana makin nampak terbuka..

Kekasih,
Keluarlah dari mihrabmu,
Tataplah purnama kita,
Tempat pandangan matamu bertemu ku,

Tempat kerinduan kita bersatu…
Purnamamu adalah purnamaku…
Kesetiaanku menyertai..

Sebelum pagi,
Sebelum Purnama pergi,
Sebelum matahari mengambil semua sepi…

Dan seperti nostalgia,
Jalanku menyusuri sepi,
Menyingkap kabut,
Membelah hutan belantara,

Menyabari rute yang berliku; mendaki dan menuruni lembah yg tak ku kenal…

Hanya untuk membuktikan niat, dan keyakinan; kesetiaan pada janji…
Bahwa aku tetap di sini…

Ini jalanku,
Jalan yang kusadari sedari awal,
Yang kutahu pasti sulit berliku,
Jalan keikhlasan,
Yang tak mungkin ditempuh oleh maksud lahiri…

Inilah jalanku,
Menyeru kepadaNya,
Mengajak mu berburu cintaNya,
Jalan pembuktian yang tak mudah,
Yang tak biasa…

Aku yakin akan tiba,
Dan aku yakin akan sampai kepada cita. Aku tak yakin ada jalan lain menuju ke sana…

Kita bertarung dengan diri sendiri,
Yang datang dan yang pergi,
Yang bertahan dan tak sanggup lagi.

Tapi aku berjanji padamu,
Aku akan tetap ada di sini.

(Ditulis dalam perjalanan Sumbawa, 26-27 Februari 2018)

@Fahrihamzah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here