ICW LSM Centeng KPK?

0
164

Jakarta, Radarnusa.com , Dukungan ICW, Indonesia Corruption Watch kepada KPK yang sering membabi buta dinilai keluar dari koridor kepakeman lembaga swadaya masyarakat. LSM yang seharusnya memposisikan sebagai kekuatan civil society ini sudah berlaku seperti tim sukses.

Pandangan ini disampaikan oleh Koordintor Komite Pemantau Hak Angket KPK atau sering disingkat KOMPAK, Amin Fahrudin di Jakarta pagi tadi. Amin mempertanyakan bahwa : “ICW ini LSM atau centeng KPK sih? Semua kelakuan KPK dibela mati matian. Banyak penyimpangan di KPK tapi ICW diam saja”

Memang dalam beberapa kasus KPK tidak berdaya dan tebang pilih dalam membongkar korupsi kakap. Misalnya dalam kasus Bank Century, kasus Pelindo II , kasus Reklamasi, kasus RS Sumber Waras, kasus BLBI dan kasus kasus lainnya.

Amin menambahkan bahwa, : “Banyak kasus kakap yang gagal dibongkar oleh KPK seperti kasus Century, Pelindo II, dan BLBI. Itu nilainya puluhan triliun, tapi KPK seperti tidak berdaya dan disini ICW diam saja. Kalau ICW pro terhadap pemberantasan korupsi seharusnya dorong agar KPK berdaya menghadapi kasus kasus kakap, sehingga prestasi dan pengembalian aset negara menjadi untung. Kalau cuma seratus dua ratus juta cukuplah Polsek atau Polres yang tangani “.

Amin menduga hilangnya sikap kritis ICW pada KPK karena selama ini pendanaan ICW bersumber dari hibah LN yang disalurkan lewat KPK.

” Ya akhirnya dugaan itu menjadi terbukti, ICW berlaku seperti centeng atau tukang pukul KPK karena selama ini dia terima duit dari KPK. Penyaluran dana hibah KPK banyak mengalir ke kantong ICW puluhan milyar dan itu terdapat dalam laporan hasil audit BPK terhadap KPK”

Penyaluran dana hibah seharusnya dikelola secara profesional sesuai peraturan hukum yang berlaku. Dana hibah KPK termasuk dalam kategori penerimaan keuangan negara sehingga penggunaannyapun harus melalui mekanisme peraturan pengadaan barang dan jasa.

“Saya menduga banyak pelanggaran dalam penyaluran dana hibah KPK ke ICW karena tidak disalurkan secara lelang terbuka, main transfer aja. Ini jelas indikasi korupsi, tolong penegak hukum dari Polri atau Kejaksaan mengusut hal ini karena tidak mungkin KPK yang bertindak terhadap”anak asuhnya” sendiri ” Pungkas Amin.

[Sajarotuddur]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here