HENDAK ‘PERANG’ MESTINYA KONSOLIDASI KEKUATAN, PIMPINAN PKS MALAH MENEBAR KETAKUTAN

0
63

Sebagai kader, saya mencemaskan kultur baru dalam tubuh PKS sekarang… Tiba-tiba suasananya mencekam… Tiba-tiba suasana tegang dan seperti ada permusuhan.

Pimpinan mengaktifkan patroli dan mengecek loyalitas setiap orang… ini bukan kultur berpartai apalagi demokrasi..

Padahal ini musim perang, pimpinan seharusnya menggalang persatuan bukan perpecahan. Situasi ini memerlukan konsolidasi dan menggalang mobilisasi.

Tetapi pimpinan justru melakukan persekusi dan intimidasi. Aneh sekali. Mau ke mana kita?

Padahal ini waktunya mengerahkan pasukan dan siapapun yang mau berperang… tapi malah di dalam ada yang memisahkan barisan…

Mereka memproduksi istilah #OSIN untuk orang sini dan #OSAN untuk yang mereka yang dianggap melawan pimpinan partai. Orang sana.

Saya baru mendengar rencana pemecatan beberapa kader senior. Entahlah apa sebabnya. Tapi dugaan saya sama. Ini soal perbedaan pendapat tentang situasi.

Harusnya semua diselesaikan dengan dialog. Bukan perintah DIAM dan TAAT. Sebab ini institusi politik bukan tarekat.

Saya mengira kemarin Ramadhan 1439 H akan menjadi akhir konflik dalam tubuh PKS. Tapi ternyata, semua menjadi nampak rumit.

Tidak nampak ada gejala islah dan rekonsiliasi. Nampaknya pimpinan akan melakukan eksekusi besar-besaran kepada yang berseberangan dan berbeda pandangan.

Aneh memang, maksud baik tak selalu dianggap baik. Niat baik tak selalu ditangkap dengan baik.

Maka, mungkin ini isyarat dalam perjuangan bahwa kadang keinginan baik kita mesti dinomorduakan oleh kebenaran. Kita harus selalu bersikap benar.

Lama saya memikirkan, kenapa saya tidak mengalah saja dengan kezaliman, dan mengutamakan kebersamaan. Bisikan itu sering datang.

Tapi, ada pertanyaan kuat, “Kalau kita membiarkan diri kita dizalimi maka apa kita bisa membela orang lain?” Bisikan ini yang saya benarkan.

Politisi itu kerjanya setiap hari adalah menegakkan keadilan, membela kebenaran dan berjuang membela korban kezaliman tirani yang mengangkang.

Jika rasa takut lebih kuat dalam diri kita sehingga kita menerima kezaliman, lalu dengan apa kita berjuang? Apa modal kita?

Inikah sebab kita dijajah terlalu lama? Inikah sebab tirani merajalela? Entahlah.. tapi bagi kader partai yang mencintai kebenaran Ilahi?

Cukuplah, enough is enough. Kita akan melahirkan pejuang bukan pecundang. Kita akan menanam benih peradaban bukan ilalang.

Saya tidak tega melihat kita berubah menjadi para penganut taqlid buta pada sesuatu yang fana.

Sikap penakut berlebihan kepada pimpinan dapat merusak keyakinan kita tentang kebenaran. Ini yang terjadi di PKS sekarang. Entah siapa yang merusaknya. Entahlah….

Semoga kita masih diberi waktu…. Ya Allah…. bantulah partai kami…. bantulah….

Twitter @Fahrihamzah 23/6/2018

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here