Golkar Anggap Presidential Threshold Hasil Konsensus, Pengamat : Itu Inkonstitusional

0
372

Diskusi publik Garuda Nusantara Center (GN Center) tentang `Presidential Threshold Dan Masa Depan Demokrasi` berlangsung seru dan hangat. Diskusi yang digelar pada sabtu 21/10 di kawasan SCBD ini menampilkan sejumlah pembicara, diantaranya, DR M. Qodari (Direktur Indobarometer), Bobby A Rizaldi (Wakil Sekjen DPP Partai Golkar), Habiburrokhman (Dewan Pembina ACTA)
DR Refly Harun (pakar hukum UI), dan DR M. Alfan Alfian (Direktur Pasca Sarjana Universitas Nasional). Diskusi dipandu oleh Taufik Amrullah (Eksponen Indonesia Muda)

DPR sudah mengesahkan PT sebesar 20-25 persen. Masyarakat yang menginginkan PT sebesar nol persen harus mengadu ke Mahkamah Konstitusi.

Ketua Pembina Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) Habiburrakhman yang telah mengajukan gugatan ke MK membeberkan sejumlah fakta hukum dan logika mengapa PT seharusnya nol persen. Menurut Habiburrakhman tidak logis menggunakan PT dari perolehan suara pemilu 2014, sementara pemilu 2019 serentak. Yang paling logis adalah PT nol persen, start semua partai harus sama.

Sementara pengamat politik dari Indobarometer menyarankan untuk meneliti track record Hakim Konstitusi dan latar belakang politiknya untuk memprediksi MK memutuskan apa.

Wasekjen Partai Golkar Bobby Rizaldi menyatakan PT 20 persen adalah konsensus dari partai politik, pemerintah dan DPR untuk menjaga keberlanjutan sistem pemilu kita. Tidak ada pasal konstitusi yang dilanggar.

Sementara Alvan Alfian menceritakan model-model pemilu serentak di dunia. Alvan menganggap PT 20 persen tidak konstitusional karena pemakaian PT dari suara parpol 2014 sudah tidak berlaku atau expired.

Refli Harun sependapat dengan pengamat lainnya dan menyebut bahwa PT nol persen seharusnya diterapkan pada pemilu 2019. Sejak lama Refli sudah mengkaji hal ini. Menurutnya, upaya menggolkan PT 20-25 persen adalah upaya menjadikan pilpres satu putaran saja. Hal yang akan mengulang pemilu 2014 kembali dimana capres hanya dua pasang saja.

Inisiator GN Center Andrianto memberi sambutan dalam acara ini, menurutnya, Presidential Threshold (PT) atau ambang batas pencalonan presiden, sangat penting untuk mengembalikan jiwa dan semangat dari pemilu serentak,  yakni PT dengan nol persen.
End

Red

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here