Dugaan Ijazah Palsu Walikota, Pilkada Bekasi Berpotensi Konflik

0
150
Soal Dugaan Ijazah Palsu Walikota Pilkada Kota Bekasi Berpotensi Konflik
Ilustrasi pilkada serentak 2018 / foto: Malukutribun

Jakarta, Radarnusa.com – Pilkada Kota Bekasi yang sedianya digelar 27 Juli 2018 mendatang, dapat berpotensi konflik lantaran adanya kasus dugaan ijazah palsu yang menyeret nama Walikota Bekasi Rahmat Effendi alias Pepen. Demikian yang diungkapkan Wakil Ketua Bidang Organisasi Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan, Kota Bekasi, Dedy Wahyudi.

Menurut Dedy, sebagai komite penyelenggara pemilu, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Bekasi, harus mengkroscek secara valid terkait dokumen sang petahana. Selain itu, KPUD juga harus dapat mengindikasikan sejumlah faktor yang dapat memicu potensi konflik, dengan kata lain KPUD harus dengan gamblang mengekspose seluruh verifikasi dokumen calon kepala daerah yang mendaftar sebagai calon walikota.

“Selama ini verifikasi faktual setelah pendaftaran. KPUD saya harap dapat mempublikasikan dokumen pendaftaran calon kepala daerah. Terutama ijazah yang digunakan oleh para calon kepala daerah yang mendaftar,” katanya pada Rabu (17/1)  di Bekasi.

Potensi konflik di Pilkada Bekasi, kata dia, sudah seharusnya diantisipasi sedini mungkin oleh pihak KPUD. Terlebih pemberitaan soal dugaan ijazah palsu petahana sudah sangat masif dipublikasikan oleh sejumlah media massa.

“KPU harus sosialisasikan dari sekarang. Verifikasi faktual secara terbuka di hadapan media massa harus dilakukan oleh KPUD. Hal ini akan menghindari konflik pada Pilkada Kota Bekasi,” ujarnya.

Selain itu, tambah Dedy, masyarakat juga dihimbau untuk tidak mudah terhasut oleh berbagai macam isu SARA yang dibuat oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab, untuk menghindari konflik pada saat berlangsungnya pilkada.

“Masyarakat jangan mudah terprovokasi dengan isu yang menebar kebencian seperti SARA. Jika menemukan hal-hal isu mengumbar kebencian agar segera melapor ke kantor kepolisian terdekat,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here