DPR RI Suarakan Peran Diplomasi Parlemen Asia-Pasifik Menyelesaikan Masalah Rohingya dan Palestina

0
94

Hanoi, Vietnam. Radarnusa.com – Dalam Sidang Pleno Forum Parlemen Asia Pasifik (Plenary Meeting, Asia Pacific Parliamentary Forum) DPR RI menyuarakan agar parlemen se Asia Pasifik terlibat aktif mendorong penyelesaian pengungsi Rohingya dan kemerdekaan Palestina, Jumat 19/1.

Ketua delegasi Parlemen Indonesia, Fahri Hamzah menyatakan hal ini saat menyampaikan speech dalam forum pleno APPF. Fahri secara tegas mendorong agar parlemen tiap negara turut aktif bersuara dalam proses perdamaian dunia dan kawasan Asia-Fasifik.

“Kami mendorong parlemen tiap negara di kawasan berperan aktif dalam menyelesaikan masalah bangsa-bangsa yang tertindas. Misalnya masalah Palestina dan pengungsi Rohingya. Kami tak mengerti mengapa masalah ini tidak selesai di tangan diplomasi antar eksekutif atau pemerintah bangsa-bangsa terkait” Seru Fahri Hamzah.

” Karena itu, parliamentary diplomacy harus diperankan agar parlemen Asia-Pasifik ini lebih aktif dalam perdamaian dunia. Sebagaimana dalam konstitusi kami di Indonesia agar ikut terlibat aktif dalam ketertiban dan perdamaian dunia”. Sambung Fahri Hamzah

Diplomasi parlemen ini berperan sebagai second track diplomacy, dimana parlemen mewakili suara rakyatnya yang utuh untuk disampaikan dalam berbagai forum dunia atau kawasan. Menurut Fahri Hamzah, APPF harus mengambil langkah nyata dalam menyelesaikan masalah di depan mata, tidak hanya sekedar seremoni saja. Sekretariat APPF harus aktif dan kita harus lebih intensif berkordinasi.

Fahri Hamzah dalam forum APPF, Hanoi-Vietnam

Senada dengan sikap parlemen Indonesia yang disuarakan Fahri Hamzah, parlemen Kanada juga menyatakan perlunya menyelesaikan masalah Rohingya dengan investigasi dan akses untuk bantuan kemanusiaan kepada pengungsi Rohingya. Parlemen Brunei Darussalam dan Malaysia juga mendukung dan menyatakan hal yang sama.

Selain masalah tersebut, masalah terorisme dan keamanan kawasan juga dibahas dalam plenary meeting APPF ini. Masalah keamanan kawasan, ekonomi, perdagangan dan pembangunan sumber daya manusia dan masalah perempuan juga menjadi bahasan dalam forum APPF ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here