‘Ditembak’ Mahasiswi Surabaya di Forum Pawai Kebangsaan, Begini Jawaban Fahri Hamzah

0
139

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mendapat kejutan saat menjadi orator utama dalam Pawai Kebangsaan yang dihadiri oleh OKP se-Jatim di hotel Grand Inna Surabaya dengan tajuk Refleksi Hari Pahlawan, Jumat 10 November 2017. Pada sesi diskusi setelah orasi Fahri, seorang mahasiswi aktivis IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah) terang-terangan ‘nembak’ Fahri di dalam forum tersebut.

Mahasiswi aktivis IMM Jawa Timur ini ‘nembak’ Fahri Hamzah secara terbuka ” Apakah Bang Fahri Hamzah bersedia menjadi pemimpin republik? Menjadi presiden tempat rakyat Indonesia menggantungkan harapan? Kami melihat Fahri Hamzah memiliki syarat sebagai pemimpin yang memajukan bangsa ini!” Kata mahasiswi ini dengan lantang disertai gemuruh tepuk tangan dan teriakan semangat dari seluruh peserta forum Pawai Kebangsaan.

Lalu apa jawab Fahri Hamzah ?

Fahri Hamzah menjawab dengan menjelaskan makna Pawai Kebangsaan yang digagasnya bersama para aktivis dan terbuka untuk semua pemuda mahasiswa serta seluruh elemen bangsa untuk bergabung. Pawai ini menggelindingkan semangat kebangsaan, persatuan dan perubahan untuk Indonesia. Berantai dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Rote membawa semangat perubahan, merangkai sejarah bangsa mengangkat ke tengah publik kini. Negeri ini tidak sedang baik-baik saja, karenanya perlu narasi besar dan kebersamaan antar elemen bangsa untuk melakukan gebrakan perubahan.

Ide besar dan narasi perjuangan merangkai cita-cita kemerdekaan menjadi sesuatu yang ‘happening’ di generasi baru ini perlu upaya keras dan ulet. Generasi now adalah pewaris republik, maka harus mengerti bagaimana republik ini berdiri dan bertahan. Selain narasi perjuangan, kita juga harus berjejaring yang kuat dan meluas secara nasional bahkan mendunia sebagai gerakan demokrasi yang mampu meruntuhkan rezim yang menyimpang. Tentu saja di ujung jalan dari pergerakan kita butuh figur yang berkarakter kuat dan mampu menjadi pemersatu, dan memiliki visi Indonesia masa depan. Dan kita semua harus siap memimpin perubahan ini.

“Saya tidak sedang menjadi Calon Presiden dengan agenda Pawai Kebangsaan ini. Tetapi bergerak mengajak seluruh elemen bangsa memahami republik ini dan berjuang memajukannya. Nama presiden 2019 itu sudah tertulis di lauhin mahfuz di tangan Allah. Kalau takdir berkata demikian, kita bergerak menjemput takdir kita ” Sahut Fahri Hamzah diiringi tepuk tangan dan gemuruh semangat peserta Pawai Kebangsaan di kota pahlawan.

Fahri Hamzah dan para aktivis berada di Surabaya dalam rangkaian Pawai Kebangsaan refleksi hari pahlawan pada Jumat 10/11. Selanjutnya Sabtu pagi (11/11) menyambangi Pondok Pesantren Tebuireng Jombang napak tilas “resolusi jihad”. Sowan ke pimpinan pondok KH Sholahuddin Wahid (Gus Sholah) dan nyekar ke makam pahlawan nasional KH Hasyim Asy’ari dan KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur (Mantan Presiden RI).

Red

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here