Demi Demokrasi dan Kebebasan Berkumpul, Fahri Akan Batalkan UU Ormas Bila Jadi Presiden

0
280

Jakarta – Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah memang aktivis pejuang demokrasi. Tokoh reformasi 98 ini berjanji akan membatalkan UU Ormas pada saatnya punya kewenangan eksekutif, menjadi presiden. Pasalnya UU Ormas ini akan merenggut kebebasan berkumpul dan merusak tatanan demokrasi yang telah diperjuangkan segenap jiwa, darah dan keringat mahasiswa Indonesia.

“Kalau saya jadi presiden, UU Ormas ini akan saya batalkan karena bahaya,” kata Fahri Hamzah saat menghadiri Rapat Pleno Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Gedung MUI, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu 25/10.

Boleh jadi karena Jokowi merasa baik dan tidak semena-mena. Tapi bagaimana kalau presiden berikutnya yang berkuasa beda dan menggunakan UU Ormas ini untuk memberangus kebebasan dan demokrasi yang diperjuangkan anak bangsa. Terang Fahri.

Fahri Hamzah menginginkan keterbukaan dan demokrasi dijaga, kebebasan berkumpul, berserikat dan menyatakan pendapat bagi segenap rakyat dapat terus dipertahankan dalam koridor keadilan hukum. Jangan mudah memberangus yang berbeda karena boleh jadi akan menjadi bumerang di kemudian hari.

Sementara PP Muhammadiyah akan menggugat ke Mahkamah Konstitusi (MK) hasil dari paripurna DPR RI selasa 24/10 lalu. Muhammadiyah berpendapat bahwa saat ini Ormas Islam banyak dirugikan dengan pemberlakuan Perppu Ormas yang telah diketok dalam sidang DPR ini.

Red

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here