Bahaya Menihilkan Peran Individu, Mengagungkan Partai!

0
121

Bermula dari: @detikcom “Kehebatanyang diakui Fahri itu berkat dan didikan pembinaan PKS. Sebelum di PKS, dia bukan siapa-siapa,”. ujar Zainuddin Paru. Simak selengkapnya di sini: https://t.co/6ynkRYrJW2

Lalu ada yang menanggapi:
@dulatips
putus asa karena gak dicalegkan?
Gak tuh.. klo sekedar calegmah gampang buat dia. Caleg nomor 1 di di tangan dgn tawaran jabatan wakil ketua atau sekjen di parpol lain klo dia mau. Dia gak ambil kesempatan yg dikasi parpol lain tuh.

Maka dimulaikah kultwit:

Pikiran #DiaBukanSiapa2 itu adalah #Totaliter dan #Otoriter sekaligus karena menganggap kita sebagai manusia tidak ada gunanya tanpa lembaga. Dan lembaga menjadi Sakral dan pimpinan ya menjadi mitos. Dalam Islam, ini yg dilawan pertama oleh Nabi SAW. #AyoKaderPKS

Sehabis Jumat saya tambah soal #DiaBukanSiapa2 sebagai narasi yang dibangun oleh penguasa pks sekarang ini. Narasi ini fatal sekali dan bertentangan dengan agama Islam dan juga falsafah demokrasi. Mari kita simak apa yang terjadi.

Jubir dan pimpinan pks merasa bahwa jabatan publik yang sekarang disandang oleh #KaderPKS adalah hadiah dari pimpinan atau #QiyadahPKS. Maka, kritik kepada pimpinan adalah kritik kepada partai. #DiaBukanSiapa2

#PimpinanPKS senang sekali menggunakan narasi absolut tentang kebenaran pendapat partai yang diwakilinya sambil meniadakan makna kebenaran hukum dan pendapat orang lain. #KaderPKS kemudian hanya menjadi embel2 untuk diklaim. #DiaBukanSiapa2

Coba dengar apa kata #JubirPKS tentang saya, “sebelum di PKS #DiaBukanSiapa2 , dia final bukan kader lagi, dia panik karena tidak dicalonkan lagi, dia tidak ikut keputusan Syuro, dia buka sendiri pemecatannya, dll”. Semua omongan ini bertentangan dengan fakta sebenarnya.

Dalam kalimat2 #JubirPKS itu tidak saja banyak dusta yang bertentangan dengan fakta persidangan dan hukum, tetapi juga dilumuri bau amis darah kematian nalar, akal dan pikiran sehat dari manusia merdeka sebagai Hamba Allah semata. #DiaBukanSiapa2

Padahal dalam Islam, struktur itu kita tumbangkan serendah mungkin sehingga dia tidak nampak mengganti kebebasan manusia di depan TuhanNya. Nabi Muhammad SAW datang dengan tradisi de-sakralisasi kepada otoritas dan wibawa manusia. #DiaBukanSiapa2

Itulah yang membuatnya SAW lemah lembut kepada sahabatnya dan melarang mereka menghormatinya seperti orang terdahulu menghormati Pemimpinnya. sahabat kata beliau, bukan kader atau anak buah. Beliau menolak ketika datang dan orang berdiri. #DiaBukanSiapa2

Kultur baru yang dibawa nabi Muhammad SAW adalah pembebasan, “tahrirul insan min ‘ibadatul ‘ibad, ila ‘ibadatullah”, membebaskan manusia dari penyembahan kepada sesama makhluk menuju penyembahan kepada Allah semata. #DiaBukanSiapa2

Itulah inti kedatangan Islam dan itulah sebab kenapa orang Islam ini gampang diajak melawan negara? Apalagi kalau ada kezaliman, imperialisme dan kolonialisme? Karena Tauhid, Orang Islam sensitif dengan dominasi selain Allah. #DiaBukanSiapa2

Islam mengajarkan kepada saya keras kepala, dan menolak tunduk kepada feudalisme dan kezaliman. Di mana saya melihat dominasi yang otoriter maka saya seperti melihat berhala yang ingin saya lawan seketika. Inilah pengertian saya tentang Islam. #DiaBukanSiapa2

Sejalan dengan tradisi “SahabatNabi” maka para ulama membiasakan kita saling memanggil dengan “Saudara”. Albanna mendirikan Ikhwan, karena tidak ada nama yang paling tepat bagi perkumpulan mengikuti sunnah nabi kecuali “Persaudaraan”. #DiaBukanSiapa2

Inilah yang saya pelajari dalam tarbiyah PKS awalnya, “bahwa Islam telah mempersaudarakan kita berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah untuk melawan tirani hirarki yang membuat manusia diperbudak atas nama struktur dan piramida kuasa”. #DiaBukanSiapa2

Sekarang menjadi berbeda, sudah 3 kali keputusan hakim, sela, PN, PT dan memenangkan saya. Tapi #JubirPKS dan #QiyadahPKS terus memproduksi keterangan yang membingungkan. Salah satunya adalah dia dulu #DiaBukanSiapa2 .

Kalimat #DiaBukanSiapa2 ini bisa ditarik menjadi, “tanpa PKS kita ini bukan siapa2, PKS-lah yang memberi kita jabatan dan kehidupan, PKS yang memuluskan kita, untuk PKS-lah kita berjuang dan kita bersama, dan seterusnya…” apakah ini tidak berbahaya?

Sumber akun @fahrihamzah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here