Alumni UI Menggugat: Kenapa Rakyat Dipaksa Memiliki PLN dengan Daya 4400 KVA? Pemerintah Kehilangan Akal

2
2037

Jakarta-Aktivis ILUNI UI, Ramli Kamidin mengungkapkannya dalam diskusi hari Pahlawan di Bakoel Koffie, Cikini 10/11/2017. Ramli yang merupakan aktivis UI tahun 1978 tidak mengerti kenapa pemerintah melalui PLN memaksa rakyat menggunakan daya listrik di luar kebutuhannya. Pemaksaan kenaikan Daya 4400 KVA tidak dapat diterima, rakyat saat ini sudah kehilangan daya beli kini mereka harus dipaksa untuk kebutuhan listrik yang tidak perlu.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan pada selasa 07/11/2017 di cnnindonesia menyebut PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) bakal menghapus sebagian besar kelas golongan pelanggan listrik Rumah Tangga (RT) bagi penerima nonsubsidi. Nantinya, pelanggan nonsubsidi hanya akan terbagi pada dua kelas golongan, yakni 4.400 VA dan 13.200 VA.

Ramli Kamidin membayangkan rumah tangga menengah kecil di Perkotaan yang memiliki 1 AC dan 1 TV membutuhkan daya listrik 1300-2200 KVA, kini dipaksa untuk memasang listrik dengan daya untuk 6 bh AC dengan total kapasitas 4400 KVA.

Kebijakan memaksa daya 4400 KV bagi rumah tangga akan menyebabkan pemborosan energi dan lingkungan. Kebijakan tersebut hanya berhasil untuk menyeragamkan tarif dan tidak tepat dilakukan ketika daya beli rakyat sedang rendah seperti ini, tambah Pria yang menjadi mentor bagi aktivis pergerakan 1998.

Konferensi pers Alumni UI menggugat juga dihadiri oleh aktivis UI seperti Salim Hutadjulu, Herry Hernawan, Andi Bachtiar, Ayu B Nurdin, Fuad Abdullah dan Ketua dan Sekjen ILUNI UI Ima Soeriokoesoemo dan Hidayat Matnur.

Pada 10 November 2017 kemarin aktivis alumni UI mendaftarkan gugatan hukum kepada pengadilan PTUN atas dibubarkannya secara sepihak organisasi ILUNI UI 21 Juli oleh Menteri Kemenhukam Yassona.

End

2 KOMENTAR

  1. Saya awam dimasalah kelistrikan, namun secara nalar, jika rakyat sebelumnya dirumahnya hanya menggunakan daya 900, 1200, 2200 watt lalu diseragamkan ke daya 4400 watt, otomatis biaya beban akan disesuaikan tiap bulannya, padahal belum tentu rakyat akan pake sebesar itu. Jika PLN mau mandapatkan pendapatan tetap dr biaya abonemen..harus lebih arif dan bijaksana.

  2. saya sangat suka sekali jika listrik setiap warga diseragamkan menjadi 4.400 watt asal tarifnya MURAH MERIAH.
    Artinya Indonesia menjadi negara “Gema Ripah Loh Jinawi, Murah Sandang, murah Pangan dan Murah Energi sehingga tidak ada lagi warga yang mencuri listrik…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here