ADA KELOMPOK YANG TERUS BIKIN KITA TERBELAH

0
86

By: Fahri Hamzah

Kita harus melawan upaya segelintir orang yang ingin merusak citra bangsa Indonesia sebagai bangsa teroris dan ekstrem.

Juga melawan kelompok yang memakai mereka untuk menguatkan kesan itu. Ini proyek, bukan realitas. Realitasnya kita adalah bangsa besar.

Mereka menciptakan boneka, diberi citra dan nama buruk. Lalu boneka itu diasosiasikan dengan kita maka kita pun punya nama buruk.

Maka negara menanggung 3 ongkos: bikin boneka, kampanyekan boneka dan menumpas boneka. Negara akhirnya menanggung beban dan derita.

Amat merugikan bangsa kita dan menyedihkan cara pejabat-pejabat tertentu menilai Ummat Islam.

Mereka masih terjebak dalam disain #WarOnTerror pasca 9/11. Teori ini sudah ditinggalkan oleh banyak negara, meski masih sengit perdebatan di antara mereka.

Ini video perdebatan di Parlemen Kanada antara tokoh oposisi dengan PM Justin Trudeau ini menggambarkan pilihan mau pilih menjadi islamophobia atau tidak?

Canada memilih tidak dan mereka aman. Itu polanya. Videonya disini: https://t.co/ke20K9u9fp

Itulah beda Kanada dan Amerika Serikat. Negara menempel bertetangga hampir tak ada beda dalam banyak hal . Tapi politik mereka menghadapi isu teroris dan Islam beda.

Di bawah Justin Trudeau Kanada menolak melayani kelompok anti Islam dan imigran.

Ketika gelombang anti imigran merebak di Eropa dan Amerika, Kanada justru mengucapkan selamat datang.

Para imigran muslim itu disambut seperti saudara sendiri. Bahkan mereka menyambut dengan memakai simbol-simbol yang membuat imigran itu nyaman.

Kita lihat hasilnya, Kanada relatif aman. Tapi di Amerika di bawah Trump justru makin kacau. Makin banyak orang saling bunuh.

Pembantaian dan terorisme justru berkembang pada penduduk kulit putih yang menjadi cemas dan radikal. Kecemasan itu bahaya.

Saya menghimbau pemerintah Indonesia agar bersama Ummat Islam seperti yang kemarin merayakan #MaulidAkbar212 adalah dalam rangka itu. Ciptakanlah ketenangan dengan mendengar protes dan kegelisahan. Apa salahnya?

Tapi sayang seribu sayang, bukannya datang dan menjadi bagian dari kegiatan seperti tahun lalu. Malah terdengar omongan tidak nyaman.

Gerakan politik lah, demi Pilkada lah, Persiapan Pilpres lah….senang betul bikin jarak dengan rakyat sendiri.

Maka, saya khawatir pemerintah justru terjebak menganut teori #WarOnTerror yang sudah usang.

Yang datang ke Monas itu dianggap simpatisan ISIS dan kelompok radikal dan tidak toleran. Mereka mau mengepung istana atau bikin makar. Dll.

Setahun lalu, sekelompok tokoh nasional diciduk pagi-pagi sebelum acara dengan tuduhan makar; Ibu Rachma putri Bung Karno, Sri Bintang Pamungkas, Jendral Kivlan Zein, Ratna Sarumpaet, dll. Tapi akhirnya dilepas juga. Seolah aparat telah mencegah terjadinya makar. Apa ini?

Ada kelompok yang ingin bangsa kita saling memusuhi dan saling curiga. Lalu kita semua resah; awas kelompok Islam radikal, awas ini dan awas itu…. sampai kita betul-betul saling curiga, dan bersengketa lalu musnah. Negara kita lemah lalu dibelah lalu dibeli murah.

Waspadalah bangsaku,
Mari bersatu !.

#PawaiKebangsaan
#PawaiPersatuan
#MerdekaBro !

Twitter @Fahrihamzah 3/12/2017

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here